Gusti menerima pesan dari Rilly. Wanita itu menyebutkan, kalau Karin bisa bertemu Gusti jam dua sore nanti.
Rilly mengatakan, kalau Karin ingin bertemu di kamar hotel bintang lima. Tanpa pikir panjang, Gusti segera pergi ke hotel yang disebutkan.
Saat sudah tiba di kamar hotel. Gusti menjadi orang pertama yang datang, Dia sekarang menunggu Karin.
Tubuh Gusti mengeluarkan keringat panas dingin. Tentu dia merasa gugup, Dirinya juga berulang kali memeriksa penampilan melalui cermin.
"Tenanglah, Gus..." gumam Gusti. Berusaha menenangkan diri.
Sepuluh menit kemudian, pintu kamar terbuka. Gusti sontak berbalik badan, Melihat ke arah orang yang masuk.
"Sial! Dia beneran aktris Karin yang sering kulihat di televisi!" gumam Gusti yang dibuat kaget, Ia terpesona akan kecantikan Karin.
Selain dikenal cantik, Karin juga diketahui sudah berkeluarga. Keluarganya bahkan dikenal sebagai keluarga selebriti paling harmonis.
Suara sepatu Karin yang mahal itu, menghentak pelan ke arah Gusti. Dia mendekati lelaki tersebut.
"Astaga, kau tampan sekali," puji Karin. Dia sudah berdiri tepat di hadapan Gusti.
"Ka-kau juga cantik sekali. Bahkan lebih cantik dibanding saat di telivisi," balas Gusti. Dia sigap mengelap keringatnya yang menetes di pelipis.
Karin terkekeh sembari meletakkan tasnya ke sofa, Dia juga melepas jaketnya. Hingga baju corp top yang dikenakannya terlihat jelas. Memperlihatkan kulitnya yang putih serta lekuk tubuh yang molek.
"Aku dengar kau baru, Kau pasti gugup kan?" Karin mengelap peluh yang ada di sekitar wajah Gusti.
"Sedikit," sahut Gusti. "Maaf, aku berkeringat banyak," tambahnya yang merasa malu.
"Tidak masalah, Aku malah suka melihat badan yang dibalut keringat." Karin mendekatkan mulut ke telinga Gusti. Ia melanjutkan dengan berbisik, "tampak seksi..."
Perlahan Karin menempelkan jidatnya ke dahi Gusti. "Harus kah kita mulai sekarang?" tanyanya, Lalu menggigit bibir bawah Gusti dengan sensual.
Gusti terkesiap habis-habisan, Dia merasakan darah disekujur badannya berdesir hebat.
"Kau tahu cara melakukannya bukan?" tanya Karin.
"Entahlah..." jawab Gusti lirih.
"Jangan bilang ini adalah pengalaman pertamamu," tebak Karin.
"Ya," sahut Gusti.
"Oke. Sebelum kita melakukannya, apa kau yakin ingin bercinta denganku untuk kali pertama?" tanya Karin sembari melangkah mundur. Dia menanggalkan corp top dan celana jeansnya. Kini tampilan Karin hanya mengenakan bra dan sabuk segitiga.
"Ya." Gusti lagi-lagi hanya bisa menjawab begitu, Tubuhnya sudah panas dingin menyaksikan penampilan Karin.
Karin tergelak geli melihat reaksi Gusti. "Kau menggemaskan sekali, Sekarang lepaskan baju dan celanamu," suruhnya.
Gusti mengangguk patuh. Dia segera melepas baju dan celana jeans, Sampai hanya meninggalkan celana pendek.
Karin mendekat, Dia langsung mencium bibir Gusti. Hal tersebut, berhasil memacu Gusti untuk bergerak dan memberikan balasan. Suara decapan mereka mulai memecah kesunyian di kamar.
Gusti bisa mencium aroma khas tubuh Karin, yang menurutnya wangi dan menggoda. Secara alami, tangannya berani bergerilya ke area seluruh badan Karin.
Karin membimbing Gusti menuju ranjang, tanpa harus melepaskan ciuman. Ia mendorong Gusti hingga telentang ke ranjang, Perempuan itu langsung melepas yang tersisa di tubuh Gusti. Lalu barulah Karin melepaskan ia dirinya sendiri.
Gusti terus mengangakan mulut karena berusaha mengatur nafas. Apalagi saat Karin duduk ke atas perutnya, Perempuan berambut panjang tersebut kembali memadukan mulutnya dengan Gusti.
"Mmmph!"
Gusti dan Karin saling bergumam dalam ciuman, Sampai Gusti tiba-tiba mendorong Karin dan membuat ciuman terhenti.
"Apakah kau akan baik-baik saja? Aku tahu kau sudah menikah," imbuh Gusti dengan nafas yang terengah-engah.
"Kita bicarakan itu nanti saja! Sial! Kau membuatku b*******h sekali." seru Karin, Dia kembali menyambar bibir Gusti.
Badan Gusti sesekali berjengit karena Karin menciumi kulitnya. Kecupan perempuan itu semakin turun ke bawah, Hingga tiba di bagian inti Gusti.
"Apa yang kau lakukan?" tanya Gusti boloho.
"Aku sebenarnya jarang melakukan ini. Tapi aku ingin melakukannya karena kau tampan, dan membuat gairahku bangkit," sahut Karin. Dia mulai bermain aksi lolipop.
Karin benar-benar piawai dalam urusan ini.
"Akh! Edan!" umpat Gusti yang sudah keranjingan Nikmat.
Karin berhenti sejenak sambil tersenyum miring. "Kau ternyata benar-benar pemula," komentarnya. Karin meraih tangan Gusti, Dia menyuruh lelaki itu menjambak rambutnya.
"Apa kau tidak akan kesakitan?" tanya Gusti.
"Apa aku terlihat kesakitan sekarang? Kau bisa mengarahkanku untuk bergerak seperti maumu," jawab Karin.
Gusti mengangguk. Kini dia mencengkeram rambut Karin. Lama-kelamaan dirinya makin terlena, sampai mengeluarkan suara lenguhan.
Tahu Gusti sudah menikmati, Karin segera ke menu utama. Dia mengambil posisi di atas badan Gusti, Karin mulai mengerang saat Gusti bergerak seperti bikin sambal. Alhasil dessahan mereka saling sahut menyahut.
Gairah Gusti telah membara. Tatapannya yang tadinya polos, sekarang telah berubah menjadi buas. Apalagi ketika melihat tubuh Karin bergetar hebat.
Buru-buru Gusti menggantikan posisi Karin. Dia mengambil alih, untuk memimpin di atas badan perempuan tersebut.
"Akh, Aakh!" Karin mengerang nyaring, saat mencapai puncak kenikmatan. Dia tertawa senang, karena merasa sangat puas dengan perlakuan Gusti. Terlebih lelaki tersebut membuatnya sampai dipuncak paling tingi dalam kenikmatan lebih dari sekali.
Erangan Karin kian menggila, tatkala Gusti memberikan hentakan dengan cepat. Saat itulah Gusti berhasil merasakan puncak kenikmatan. Tubuhnya yang bermandikan keringat itu bergetar, Gusti juga mengangakan mulut dengan panjang.
Kini Gusti dan Karin sama-sama lemas, Mereka tumbang sambil sibuk mengatur nafas.
Gusti menarik selimut untuk menutupi tubuhnya dan Karin. Ia baru merasakan, dinginnya pendingin ruangan ketika kegiatan nikmat itu selesai.
"Untuk ukuran pemula, kau cukup hebat. Wajahmu itu berhasil menyempurnakannya," puji Karin seraya berputar menghadap Gusti.
"Ini edan! Aku tak pernah merasakan ini..." lirih Gusti.
"Katakan padaku, Kau mau dibayar berapa?" tanya Karin, Dia mendekat dan merebahkan kepala ke d**a Gusti. Memang usia Karin lebih tua dibanding Gusti, namun perempuan itu memiliki tubuh yang mungil dan awet muda. Wajar dia memiliki pekerjaan sebagai aktris, Karin pastinya melakukan perawatan setiap minggu.
"Bayar?" Karena terlena dengan aktifitas tadi, Gusti jadi lupa pada tujuan utamanya.
Karin terkekeh geli. "Karena kau memilihku sebagai perempuan yang menghapus keperjakaanmu, aku akan membayar dengan nilai tinggi. Apa lima puluh juta cukup?" tanyanya.
Untuk Kelanjutannya Silahkan tonton Di Channel Youtube Cerita Cinta @cerita_cinta_
https://www.youtube.com/@Cerita_Cinta_
https://youtu.be/CqFAB2Y20nY?si=PCHHvMLYiJzhCeyr
Dijamin seru dan nikmat banget.