Nick tidak bisa membohongi dirinya sendiri. Saat ini memang rasa cintanya pada Amber sudah berkurang. "Maaf, Amber. Aku sedang pusing karena banyak pekerjaan. Jadi tolong kamu mengerti!" pinta Nick, lembut. Amber langsung turun dari pangkuan Nick. "Sejak kapan kamu memanggilku seperti itu, Honey? Selama kita berhubungan, biasanya kamu panggil aku dengan sebutan mesra, bukan nama begitu," keluh Amber. "Sepertinya kamu sedang over thinking. Apa salahnya jika aku memanggil nama. Toh nama kamu memang Amber, kan?" jawab Nick. Ia pun pura-pura sibuk dengan pekerjaannya. "Tapi biasanya kamu gak begitu, Nick. Apa dugaanku benar? Kamu sudah tergoda oleh wanita sialan itu, ya?" tuduh Amber. Nick langsung menoleh ke arah Amber sambil mengerutkan keningnya. "Siapa yang kamu maksud sialan?" tanyan

