Framed bab 11 Kami tiba di hotel lain. Letaknya hanya beberapa blok dari Hotel LIMO. Lampunya redup. Cat dindingnya kusam. Parkirannya sempit dan setengah gelap. “Kenapa kita menginap dekat Hotel LIMO, Andra?” tanyaku pelan. Ia mematikan mesin mobil. “Kamu tahu pepatah, Siena. Semakin dekat kita dengan musuh, semakin mereka tidak sadar kita ada di sana.” “ Tapi Ini berbahaya.” Ia menoleh. “Aku di sini bersamamu. Mereka tidak akan menyentuhmu.” Nada suaranya datar. Bukan janji kosong. Kami masuk ke satu kamar di lantai tiga. Lorongnya bau rokok dan karpet lembab. Saat pintu tertutup, aku baru menyadari sesuatu. “Kita tidur satu kamar?” “Iya. Kita tidak boleh berpisah.” “Tapi aku ini istri orang, Andra.” “Aku tidak akan melakukan apa pun tanpa perintahmu.” Aku terdiam. Ucapan

