SEASON 1 JULIA Chapter 20 Elias menjemput

1055 Words
Season 1 Chapter 20 Elias menjemput Keesokan paginya Julia sudah bangun dan bersiap siap ke kantor, ia memakai dress leher sabrina selutut bahan rajut berlengan tiga perempat warna kopi s**u, dengan tambahan ikat pinggang tali kepang coklat menambah manis penampilannya. Hari ini rambutnya dibiarkan terurai hanya memakai bando silver kecil. Ia hanya memakai bedak dan lipgloss warna coklat muda. Ia memakai sepatu sendal kulit warna coklat tua, setelah puas dengan penampilannya ia segera menuju ruang makan. Tapi di ruang makan tidak ada siapa siapa, Julia menebak kalau kedua orang tuanya sudah pergi ke taman untuk melakukan kegiatan olah raga bersama dengan teman teman mereka. Di meja makan sudah tersedia sandwich isi daging ikan tuna dan telor mata sapi dengan tambahan daun selada segar. Julia segera menyantap makanannya dengan segelas s**u coklat hangat. Ketika ia sedang menikmati sarapannya tiba tiba ia mendengar suara langkah kaki menuju ke arahnya dari ruang depan. Julia mengira Novia atau simbok yang masuk, tapi suara Elias yang memanggil namanya membuat ia kaget setengah mati. Ia segera melihat kearah Elias, melihat Elias yang ada di depannya, Julia hanya bisa bengong saja. Ia tidak menyangka Elias akan bertamu sepagi ini, walau jam sembilan tidak terlalu pagi juga, tapi ia tetap saja binggung atas kedatangan Elias. "Pagi Julia" Mendengar sapaan Elias, Julia segera tersadar, "eh Pagi" "Kamu lagi sarapan, sorry yah memgganggu sarapan kamu" "Oh, tidak ini baru saja saya mulai kok, kamu sekalian saja sarapan di sini" ajak Julia. "Tidak usah saya sudah sarapan di rumah tadi" tolak Elias "Makan lagi saja sekalian temanin saya ini makan satu juga tidak terlalu kenyang, kamu mau minum apa? kopi?teh?atau s**u coklat?" tanya Julia "Sama seperti kamu saja s**u coklat" jawab Elias Julia segera membuatkan s**u coklat hangat untuk Elias. Elias juga menikmati satu sandwich setelah dipaksa oleh Julia untuk makan. "Tumben kamu pagi pagi sudah berkunjung, ada yang penting?" tanya Julia "Nga kok, ini saya sengaja datang pagi pagi untuk menjemput kamu, saya berniat mengantarkan kamu ke kantor" Julia kaget mendengar jawaban Elias, ia tidak menyangka Elias bangun pagi pagi hanya untuk mengantarkannya ke kantor, walau perjalanan dari rumah Elias menuju rumahnya kurang lebih 30 sampai 40 menit tapi Elias tidak merasa keberatan. "Apa kamu tidak ke pabrik kamu? untuk apa kamu repot repot menjemput saya, biasa saya juga ke kantor sendirian" "Kebetulan saya juga lagi ada urusan di daerah kantor kamu jadi saya sekalian menjemput kamu, biar kamu tidak perlu menyetir sendiri ke kantor" "Tapi saya sudah biasa membawa mobil ke kantor, kamu repot repot amat pagi pagi ke sini jemput saya, padahal kamu lebih dekat langsung dari tempat kamu ke daerah kantor saya, ini kamu berarti menambah satu kali jalan dengan menjemput saya" "Tidak apa apa, saya juga sedang tidak sibuk dan ingin bertemu kamu" Mendengar perkataan Elias, Julia hanya bisa bengong saja, pagi pagi Elias sudah ngegombal. Melihat Julia yang bengong Elias melanjutkan, "Saya ingin memastikan kamu sudah benar benar sehat, kan saya yang mengantarkan kamu ke dokter, nanti sia sia dong kalau kamu belum pulih tapi memaksakan kerja" Julia yang mendengar penjelasan Elias hanya bisa menjawab, "Saya benar benar sudah sehat kok, kamu bisa lihat sendiri kan" "Kamu memang sudah sehat kembali, tapi saya memang ingin ketemu kamu dan mengantarkan kamu ke kantor" Julia yang mendengar hal tersebut tidak dapat berkata apa apa lagi. Lagi pula itu keinginan Elias sendiri pagi pagi menjemputnya, bukan keinginan Julia. Setelah selesai sarapan, mereka segera menuju ke mobil. Selama perjalanan mereka berbincang bincang mengenai bahan yang ringan ringan saja. Ketika tiba di butik Julia, Elias memarkir mobilnya di tempat yang tersedia. Mereka memasuki butik, para pegawai yang sedang bekerja menyapa mereka. Setelah melihat sebentar di area butik, mereka menuju kantor Julia. Di kantor Julia segera duduk di meja kerjanya dan menyalakan komputernya. Elias duduk di sofa sambil mengotak gatik hp nya. Julia sibuk bekerja dengan komputernya dan hampir melupakan Elias yang ada di dekatnya, ia baru menyadarinya ketika Elias berdiri mengambil air minum di depan. Setelah sadar, ia melihat ke arah jam tangannya, sudah hampir satu jam setengah ia bekerja, tapi Elias masih belum meninggalkan kantornya, ia binggung karena ketika di meja makan Elias mengatakan ia ada janji di sekitar kantornya, tapi kenapa Elias masih saja santai berada di kantornya. Ketika Elias kembali masuk ke kantor Julia sambil membawa dua gelas orange juice dan satu piring kue pukis, Julia tidak tahan lagi langsung menanyakan soal keberadaan Elias di kantornya, "Elias tadi di rumah kamu mengatakan ada meeting dengan klien, kenapa kamu belum jalan juga?" "Oh barusan saya menerima kabar meeting tersebut di tunda sampai minggu depan karena klien tersebut mendadak ada urusan di luar kota" jawab Elias dengan santai sambil meletakan gelas juice dan piring isi pukis di meja kerja Julia. "Oh iya ini kamu makan kue dulu, istirahat sebentar nanti setelah selesai makan kamu lanjut lagi bekerja, mumpung kuenya masih hangat" Julia yang mendengar penjelasan Elias merasa aneh, kenapa klien tersebut mendadak membatalkan perjanjian meeting seolah olah bukan hal penting. Seandainya ada pembatalan setidaknya sehari sebelum atau memang dalam hari yang sama paling tidak mereka mengutus wakil dari pihak mereka untuk meminta maaf. "Apakah meeting kamu ada urusan dengan pekerjaan kamu atau hanya meeting dengan teman saja? karena pembatalan secara mendadak di hari pertemuaan sangat jarang terjadi kecuali bukan janji penting" Mendengar pertanyaan Julia, Elias berusaha menutupi kebohongannya soal janjian meeting palsu, "Ini memang hanya meeting antara kenalan lama yang ingin mengenalkan rekannya untuk menjalin bisnis bersama, jadi baru sekedar obrolan santai antara kenalan lama saja dan belum terlalu serius" "Saya juga tidak terlalu berminat dalam pertemuan ini, paling juga hanya sekedar menawarkan produk mereka, mungkin mereka ingin saya membantu memasarkannya" Julia yang mendengar penjelasan tersebut akhirnya mengerti mengapa Elias masih berada di kantornya. Setelah itu Elias menyuruh Julia segera makan dan mengalihkan topik soal pembatalan meeting palsunya. Julia mencicipi kue pukis sambil minum juicenya. Kue pukisnya lumayan enak dan juicenya segar. Setelah makan beberapa potong ia merasa kenyang, dan ia kembali bekerja. Elias menghabiskan sisa kue pukis di piring. Kemudian ia kembali ke sofa membaca majalah yang ada di bawah meja. Sebenarnya Julia ingin menanyakan kenapa Elias tidak kembali ke pabrik nya atau pulang ke rumahnya tapi ia tidak mau Elias merasa ia keberatan dengan kehadirannya di kantornya. Bisa bisa dikira Julia mengusirnya dengan halus. Karena ia tidak berani bertanya ia membiarkan Elias berada di kantornya. Ia fokus bekerja tanpa menghiraukan keberadaan Elias.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD