Jayme membereskan meja kerjanya yang dipenuhi kertas yang berserakan. Pikirannya berkelana ke sembarang arah, seolah tak punyai rumah untuk bercokol. Biasanya, Zanara dan Marion yang menjadi fokusnya. Pada pukul sekian, ia sudah tahu siapa yang akan ia hubungi dan ajak berbincang. Tentu saja si cantik Marion. Kini, segalanya seolah berpencar. Seseorang muncul dari balik pintu sesaat setelah suara ketukan terdengar beberapa kali. Sudah pasti Clara. Tak ada lagi yang akan dengan tenang masuk ke ruang kerjanya selain gadis itu. "Jay ... makan siang bersama?" tannya gadis itu, sembari rebah di atas kursi di seberang meja Jayme. Pria yang semula tampak frustasi dan tak bersemangat bekerja, kini justru menghadap kertas-kertas yang sudah rapi di hadapannya demi menghindari perbincangan dengan

