Jayme tak bisa terpejam meski sudah mencoba berbagai cara. Pikirannya masih berkelana dan mencari solusi untuk Zanara. Apakah hal itu ia lakukan murni demi Zanara dan Marion tanpa tujuan untuk kepentingannya sendiri? Jika ditanya demikian, maka jawabannya antara ya dan tidak. Benar jika ia melakukan itu demi Zanara dan Marion, tetapi di samping itu juga tentu saja untuk kepentingannya, agar Zanara tak pernah pergi lagi. Jayme tak bisa membayangkan apa yang akan terjadi dengan dirinya jika sampai tak bisa bertemu lagi dengan Zanara dan Marion. Mereka sudah layaknya separuh jiwa dalam hidup Jayme. Waktu yang ia miliki lebih banyak dihabiskan bersama Marion ketimbang dengan kehidupannya yang lama. Ia sungguh tak dapat terpejam, meski makin lama matanya semakin meredup, tetapi sebuah pangg

