Zanara melangkah keluar dari ruangan Clara membawa rasa nyeri yang berdenyut. Ia merasakan dadanya sesak, hingga meremasnya kuat-kuat seolah dengan begitu rasa sakit itu akan hilang. Namun, rasanya makin nyeri. Ia merasa sangat kecewa. Bukan karena dirinya yang merasa tersakiti—saat ia mulai memutuskan untuk membukan hati dan memilih, tetapi yang terjadi Jayme justru memberinya kejutan semacam itu—melainkan karena hal ini pasti akan sangat menghancurkan hati Marion. Apa yang harus ia katakan jika Marion menanyakan Jayme? Meski Zanara sudah berulang kali mengatakan pada gadis itu bahwa Jayme bukan ayahnya, tetapi gadis kecil itu nyatanya tak peduli. Lalu sekarang, haruskah ia tahu bahwa pria yang dianggap ayah olehnya justru menyakitinya? “Zanara!” Sebuah suara yang sangat ia kenali lal

