Bab 30

2007 Words

Kini Kai sudah berada di dalam ruang kerja Kakek Pratama hanya berdua bersama Mama Serly yang sedang duduk di hadapannya. Beberapa saat suasana hening menyelimuti ruangan tersebut dan tambah terasa menyeramkan saat sorot mata tajam Mama Serly memperhatikan sosok Kai yang siap ingin di terkam oleh beliau. Sedangkan Kai yang terlihat sebagai mangsa hanya bisa terdiam pasrah sambil menunduk karena tak berani menatap wajah beliau. “Wanita tadi bukannya wali kelas di Sekolah Rain yang bernama Agatha, Kai?” tanya Mama Serly yang memecahkan keheningan di antara mereka berdua hingga membuat Kai mulai mengangkat kepalanya. “Iya Mbak benar,” jawab Kai sambil menatap lawan bicaranya walau sampai saat ini tubuhnya masih saja bergetar karena ia terbayang hal buruk yang mungkin saja akan mempengaruhi

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD