Anton diam. Ia bingung harus bagaimana menanggapi Roy. Posisi Roy memang tak mudah. "Baru kali ini gue tidur sama cewek tapi takut setengah mati." gumam Roy. "Ya karena tuh cewek adik sohib lo... " Seorang pegawai mengetuk ruangan Anton. Anton menyahutinya untuk segera masuk. Seorang perempuan muda yang mengenakan seragam hotel perlahan membuka pintu dan mengangguk saat Anton menoleh dan menatapnya. Ia berjalan penuh hormat dengan wajah sedikit tertunduk. Gadis itu menyerahkan sebuah berkas dan diterima oleh Anton. Gadis itu permisi keluar ruangan dan Anton mengangguk paham. Setelah gadis itu menutup pintu ruangan Anton, ia menoleh dan menatap Roy yang masih di sofa seraya menyerahkan berkas itu. "Apa ini?" "Data tamu yang menginap di hotel tiga hari sebelum dan sesudah lo ngi

