Suara Adi yang sangat jelas menyebutkan kata pemerkosaan membuat Adam seketika mematung kaget. Ia bahkan tak bisa berkata-kata saat Adi baru saja mengatakan kalimat mengerikan itu. Ia menoleh ke arah Hana yang masih tertunduk menangis di atas tempat tidur. "Maksud lo, Di?" suara Adam bergetar saat bertanya. Terdengar hembusan napas dari seberang. "Itu! Roy! Dia dah merkosa adik kita! Gue baca chatnya sendiri di hape Hana!" seru Adi. Bagai petir yang sedang menyambar di siang hari. Suaranya menggelegar ke seluruh ruang di hati Adam. Adam menoleh ke arah Hana. Ia memandang nanar dan kasihan ke Hana. Matanya merah dan seketika itu pula tangannya lemas, sebelum ponselnya jatuh ke lantai, ia bersandar di tembok dan ponselnya ia letakkan di meja sofa. Ia mematikan sambungan telep

