Bab 19

1388 Words

Sinta baru saja membuka pintu mobil ketika suara Niko kembali menghentikannya. “Kamu masih mencintai Rama?” Pertanyaan itu keluar begitu saja. Langsung, tanpa basa-basi. Sinta menoleh cepat, jelas tidak menyangka Niko akan mengatakannya se-terang itu. “Niko—” “Jawab saja.” Tatapan Niko tajam menembus wajahnya. “Masih?” Sinta menarik napas pelan, menahan emosinya. “Kamu terlalu berlebihan.” Niko tertawa kecil. “Berlebihan?” Ia menggeleng pelan, lalu membuka pintu mobil pengemudi. “Masuk.” Sinta memilih tidak melanjutkan perdebatan itu. Ia masuk ke kursi penumpang depan. Mobil kemudian melaju meninggalkan rumah sakit. Namun suasana di dalam mobil terasa jauh dari tenang. Beberapa menit pertama hanya diisi suara mesin mobil. Lalu Niko kembali membuka suara. “Kamu masih berhara

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD