Bab 23. Harapan baru

1324 Words

Siang itu kantor terasa cukup sibuk. Beberapa staf berlalu-lalang di lorong, membawa berkas atau berbicara pelan tentang pekerjaan mereka. Di balik dinding kaca ruang kerja Sinta, suasana terlihat tenang. Sinta sedang membaca laporan keuangan ketika pintu ruangannya terbuka tanpa diketuk. Ia langsung mengangkat wajah. Niko berdiri di sana. Sinta sedikit terkejut, tapi ekspresinya cepat kembali datar. “Kamu?” Niko menutup pintu di belakangnya lalu berjalan masuk dengan santai, seolah tempat itu juga miliknya. “Lagi sibuk?” Sinta menutup map di tangannya. “Lumayan.” Niko menarik kursi di depan meja lalu duduk tanpa diminta. Beberapa detik ia hanya memperhatikan Sinta. Tatapannya turun perlahan ke tangan wanita itu yang sedang memegang pulpen. Bekas lebam yang beberapa hari lalu

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD