Bab 21

1280 Words

“Kak Sinta…” Rafa langsung memeluk kakaknya begitu Sinta baru saja masuk ke dalam rumah. Pelukan kecil itu hangat. Sinta tersenyum lalu membalasnya, mengusap pelan rambut Rafa. “Rafa, sudah pulang dari rumah sakit ya tadi sama Mamah?” Rafa mengangguk semangat. “Iya. Diantar Mamah.” Sinta tersenyum kecil. “Lukanya gimana?” “Om dokter bilang bagus.” Rafa terlihat bangga saat mengatakan itu. Sinta mengangguk pelan, merasa sedikit lega. Padahal jauh di lubuk hatinya yang paling dalam, Sinta sebenarnya ingin sekali ikut tadi. Bukan hanya untuk memastikan luka Rafa benar-benar baik-baik saja, tapi juga untuk melihat seseorang. Namun bagian itu tidak akan pernah ia ceritakan pada siapapun. “Iya.” Rafa tiba-tiba menggenggam tangan Sinta. “Aku ketemu Om Dokter Rama.” Langkah Sinta

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD