Tejo menatap pada tempat tinggal Danira. Rumah kontrakan yang tidak terlalu besar dan tidak kecil juga. Nyaman ini. Tejo menoleh ke samping, senyuman manis diberikan oleh dirinya pada Danira yang salah tingkah melihat wajah tampan mantan suaminya itu. “Mas, mau mampir dulu?” Walah! Ndak usah ditawarin. Mas Tejo bakalan tetap mampir Dek. Mana mau Mas Tejo menyia-nyiakan kesempatan yang ditawarkan oleh Dek Danira ini. Tentu saja dirinya menerima dengan baik. “Iya, mau Dek. Kebetulan Mas lagi haus ini. Nanti buatin minum buat Mas, ya, Dek.” Agak ngelunjak memang Tejo ini. Tidak bisa untuk melewatkan kesempatan. Danira tertawa kecil lalu dia mengangguk. Turun dari dalam mobil Mas Tejo, lalu masuk ke dalam rumah. Mempersilakan Mas Tejo untuk masuk dan duduk di sofa. Tejo memperhatikan ruma

