Saat Berdua

939 Words

Tatapannya hanya lurus ke depan, menatap jendela kamar rumah sakit. Bella bisa merasakan jika diluar sana sangat cerah, meski ia tidak bisa melihat secara langsung. Angin yang masuk, membelai lembut setiap inci wajahnya. Rambutnya dibiarkan tergerai, ada sedikit hitam dibawah matanya. Pikiran Bella bergelut dengan apa yang terjadi padanya. Semua ini sungguh mematikan semangatnya untuk hidup. Suara decitan pintu yang terbuka tidak membuat Bella menoleh sama sekali, membiarkan seseorang itu masuk hingga berdiri disampingnya. "Makan dulu, ya," ucap Syauqi sambil duduk ditepi ranjang bersebelahan dengan Bella. Bella menggeleng lemah, sama sekali tidak tahu harus menatap ke mana. Selera makannya sudah hilang sejak kenyataan pahit itu. Ia tidak bisa bergerak jika pun Bella ingin pergi harus m

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD