Maira senang saat mendapati Syauqi yang tampak khawatir dengannya. Usahanya untuk memfitnah Bella benar-benar membuahkan hasil. Bibir gadis itu terus mengukirkan senyuman, matanya hanya tertuju pada Syauqi yang juga menatapnya. "Makasih, Qi, udah bawa aku ke rumah sakit. Aku gak tau kalo gak ada kamu." kata Maira selembut mungkin. Wajahnya dibuat semanis madu. "Hm, sama-sama, Mai," jawab Syauqi. Entah kenapa pikirannya berkecamuk di dalam sana. Fokusnya hanya tertuju pada Bella bukan gadis yang tengah berbaring di depannya ini. Maira bisa merasakan perubahan wajah Syauqi yang tidak fokus. Detik berikutnya, Maira melihat ke arah pintu yang terbuka hingga ia bisa menatap Bella yang menyembulkan kepalanya. Saat itu pula, Maira langsung menatap Syauqi disampingnya. "Kamu suka sama aku, Qi?

