Putih, natural, dan hening menyapa sudut ruangan segi empat itu, seorang perempuan duduk di depan cermin rias yang ada di kamar calon suaminya, matanya menerawang jauh, menatap pantulan dirinya yang telah selesai didandani dengan kebaya putih, sanggul kepala atasnya dihiasi oleh beberapa bunga berwarna putih yang melingkar indah di gulungan rambutnya.
Tangan Bella meremas kuat jari-jarinya, menunggu ijab kabulnya selesai. Di usianya 19 tahun, dirinya akan memiliki suami, ia bahkan tidak yakin jika hidupnya akan bebas setelah menikah. Mengingat ucapan Syauqi tadi malam bahwa ia memiliki peraturan ketat untuk dirinya dan bahkan ancamannya pun tidak main-main.
***
Helaan napas panjang keluar dari mulut Syauqi. Perlahan tangannya menjabat uluran tangan Gerald. Matanya tajam dan tenang menatap Gerald, kedua telinganya terpasang dengan baik untuk mendengarkan kata yang akan Gerald ucapkan.
Rasa gugup tentu saja datang pada Syauqi. Meskipun sudah hapal kalimatnya, tetap saja Syauqi takut jika ia lupa atau salah menyebutkan nama.
Gerald menganggukkan kepalanya satu kali pada Syauqi, menandakan bahwa ia akan siap mengucapkan ijab kabulnya. Dan Syauqi mengangguk, arti mengiyakan.
"Bismillahirohmanirohim, saya nikahkan dan kawinkan kau, Syauqi Ardavan Atmaja bin Alaska Reyfano dengan putriku, Bella Syerilia Reygan binti Gerald Reygan dengan mas kawin cincin berlian dan seperangkat alat sholat, dibayar tunai..." suara Gerald menggema melalui pengeras suara, disetiap sudut rumah termasuk kamar Syauqi di mana Bella berada.
Hening.
Diam sesaat.
Hingga akhirnya Syauqi mengambil napas dalam-dalam. Menatap intens pada Gerald di depannya. Lalu membuka suara dengan pengeras suara di depan mulutnya.
"Saya terima nikah dan kawinnya, Bella Syerilia Reygan binti Gerald Reygan dengan mas kawin tersebut, dibayar tunai!"
"Bagaimana para saksi?" tanya penghulu, menatap orang disekitarnya.
"SAH!"
"Alhamdulillah...."
Beberapa orang yang datang di rumah Alaska hanya berasal dari keluarga terdekat saja. Mereka sama sekali tidak mengundang orang luar bahkan resepsi pernikahan pun akan diadakan setelah mereka wisuda jika mereka masih bertahan diatas pernikahan ini.
Sementara Bella di kamar, berulang kali ia menepuk pipinya saat suara lantang Syauqi menyebut ijab kabulnya.
Bella sudah sah menjadi istri dari seorang laki-laki sholeh yang taat pada agama dan pada sang pencipta.
Akankan Syauqi bertahan dengan Bella? Disaat Bella belum bisa menjadi perempuan muslimah sesungguhnya. Bahkan Bella terbilang sebagai perempuan nakal yang sering kali mengunjungi club malam.
"Bella, ayo sayang turun." itu suara Senja menyapa, wanita itu berjalan mendekati Bella, mengajak Bella untuk turun ke bawah.
Sesampainya di bawah, mata Bella menyapu bersih orang-orang yang hadir diacara pernikahannya. Tidak banyak orang. Dan saat itu pula matanya bertemu dengan mata tajam milik Syauqi yang menatapnya tanpa berkedip.
Tanpa ragu Bella menempatkan bokongnya di sebelah Syauqi. Lalu mengulurkan jari-jarinya ke arah Syauqi saat penghulu meminta untuk memasang cincin di jari masing-masing.
Mata Syauqi lurus menatap jari-jari mungil milik Bella yang bersih dan putih dengan kuku yang kilat tanpa pewarna. Ia memegang lembut, lalu memasangkan cincin emas itu di jari manis milik Bella.
Begitu pun dengan Bella, ia dengan tenang memasangkan cincin dijari manis milik Syauqi.
Kemudian Bella sedikit menunduk, mengambil tangan Syauqi lalu menciumnya dengan lembut.
Bella terpaku untuk beberapa detik saat kedua tangan Syauqi merengkuh kepalanya bagian kiri dan kanan, membawa wajah Bella lebih dekat dengan wajahnya.
Mata Bella refleks terbuka dengan lebar saat Syauqi mencium lembut keningnya.
Aliran darahnya berdesir hebat!
Bella tidak bisa memompa jantungnya dengan baik!
***
Seharian penuh Bella harus bersikap ramah dan sopan pada keluarga besar Syauqi. Satu yang membuat Bella merasa nyaman saat berada di keluarga besar Syauqi, yaitu ada Akilla adik bungsu Syauqi, yang ramah dan baik hati. Bahkan Akilla sempat memuji Bella yang memiliki wajah cantik dan natural.
"Pasti nantik anak kak Bella sama kak Syauqi mirip orang barat!"
Bella tersenyum miring jika mengingat perkataan Akilla. Akankah ia punya anak bersama Syauqi? Mengingat tentang laki-laki itu, Syauqi sedang berada dibawah melepas rindu pada kedua orang tuanya bersama Akilla dan Rasyid, sebelum besok Syauqi kembali ke Jakarta.
Bella bersandar di ranjang kamar Syauqi, ia baru saja selesai mandi. Lalu membalut tubuhnya dengan tanktop hitam dipadukan dengan rok merah di atas lutut. Membuat kesan bahwa Bella terlihat sexy malam ini
Tangan Bella menari indah di layar ponselnya. Membuka aplikasi google lalu menekan icon voice di pojok atas, seraya mengubah posisinya menjadi telungkup.
"Oke google, apa yang di lakukan pengantin saat malam pertama!"
Senyuman Bella terbit saat menemukan satu artikel tentang malam pertama. Ia membukanya, lalu matanya berjalan membaca setiap kata yang ada di layar ponselnya. Semakin lama, semakin merekah pula senyuman Bella saat membacanya.
Tanpa Bella ketahui, ada Syauqi yang baru saja masuk dikamarnya.
"Astagfirullah!" gumam Syauqi pelan, saat matanya menemukan Bella dengan pakaian sexynya dan posisi gadis itu sedang telungkup dimana Syauqi bisa melihat jelas lekuk tubuh Bella yang menggoda serta kaki jenjang yang putih dan mulus terekspos begitu saja.
"Untung udah halal, kalo gak, bakal jadi dosa!"
Dengan segera Syauqi berjalan ke arah Bella yang masih belum sadar atas kehadirannya. Mata Syauqi bisa menangkap dengan jelas artikel apa yang sedang Bella baca, karena Bella memunggungi Syauqi.
"Gila!"
Syauqi berdehem pelan untuk menyadarkan Bella. Dan tentu saja, gadis itu langsung tersentak dan mengubah posisinya menjadi duduk berhadapan dengan Syauqi yang berdiri di depannya.
"Tahu ini apa?" tanya Syauqi seraya memperlihatkan kertas yang telah ditulisnya.
"Kertas!" jawab Bella antara mau dan tidak, karena Bella yakin kertas itu berisi peraturan sesudah menikah.
"IQnya diatas rata-rata!"
Syauqi kembali menatap surat ditangannya. Membuka suara untuk menyebut satu persatu aturan yang ia buat.
"Pasang kuping baik-baik!" tekan Syauqi.
Bella yang diam, memutar bola matanya malas. "Iya! Awas kalo peraturannya aneh, gue minta jatah sama lo!"
Kening Syauqi saling bertautan, dan terkejut atas ucapan Bella barusan. Seharusnya Syauqi yang minta jatah, lalu kenapa Bella? Apa dunianya sudah terbalik?
Namun, dengan cepat Syauqi fokus pada kertasnya.
"Peraturan pertama : kalo lo mau pergi harus pulang sebelum jam 9 malam. Tidak menerima bantahan! Jika membantah uang jajan serta mobil lo gue sita!"
"Lo gila ya Qi? Jam 9 itu baru keluar!" teriak Bella spontan, tidak menerima.
Dan Syauqi hanya diam, tidak menyahut apa yang Bella ucapkan, dan dengan tenang ia kembali membaca peraturan dikertas tersebut.
"Peraturan kedua : setiap kali gue suruh buat ibadah bareng harus mau! Tidak menerima bantahan, jika membantah gue aduin Papa lo!"
"Idih tukang ngadu!"
"Peraturan ketiga : harus selalu nurut apa kata gue! Tidak menerima bantahan, jika membantah uang jajan gue kurangin!"
"Resek emang!" cibir Bella.
"Peraturan keempat : kita tidak boleh bertegur sapa di kampus seperti sebelumnya, jika melanggar gue suruh beres-beres!"
"Siapa juga yang mau tegur lo di kampus!" Bella menyahut sambil memutar bola matanya malas.
Syauqi mengangguk paham dan kembali membaca peraturan terakhir.
"Dan peraturan terakhir adalah : lo gak boleh ke club! Dan kalo sampe ketahuan lo mabuk atau apa, siap-siap gue lakuin sesuatu sama lo!"
"WHAT? Gue gak setuju sama peraturan terakhir itu!!" Bella berteriak kencang seraya berdiri di atas ranjang, kedua tangannya melingkar di depan d**a, menatap kesal pada Syauqi.
"Terserah! Yang jelas Papa lo udah kasi izin buat lakuin apapun ke lo! Ancamannya pun semuanya dari Papa lo!" balas Syauqi dengan santai, seraya melipat kembali kertas di tangannya.
"Apa? Daddy?"
"Hm!"
"Ihh gue kesel sama lo, Syauqi!! Aaa!"
Saat Bella hendak lompat dari atas ranjang. Kakinya tidak bisa mengimbangi badannya, membuat Bella terhuyung kebelakang. Namun, kedua tangan Bella dengan cepat menarik bahu Syauqi di depannya.
Syauqi langsung tersentak saat Bella menariknya cukup keras. Laki-laki itu jatuh tepat di atas tubuh Bella. Napasnya memburu saat melihat Bella sedekat ini. Matanya tidak berkedip menatap Bella. Bahkan Syauqi bisa mencium aroma bayi di tubuh Bella. Alunan napas keduanya membelai satu sama lain.
"Astagfirullah! Untung istri, Ya Allah."
Sementara Bella, perlahan melengkungkan bibirnya saat melihat Syauqi terpesona dihadapannya. Tangan Bella perlahan melingkar di leher Syauqi. Laki-laki itu terpaku cukup lama. Hingga suara Bella muncul lalu menyadarkannya.
"Yuk kita lakuin malam pertama," ucap Bella dengan nada suaranya yang manja. Tangan Bella disana menjelajah rahang Syauqi yang tercetak jelas, mengelusnya dengan lembut.
Ayolah Syauqi, sadar!
Dan detik itu juga Syauqi langsung sadar, dia lekas berdiri, menghempas kasar tangan Bella yang membelai pipinya.
Syauqi mengatur napasnya yang berderu, lalu menormalkan detak jantungnya yang tidak beres. Ada badai yang datang di tubuh Syauqi, semuanya bereaksi, dan seketika menegang.
"Kok berdiri? Ayo lanjutin!" kata Bella kesal sekaligus berdiri kembali di atas ranjang.
"Lo gila! Stres!" sambar Syauqi dengan suara tertahan namun di buat kesal sebisa mungkin.
Laki-laki itu lekas melangkahkan kakinya ke kamar mandi, untuk menghilangkan badai di tubuhnya. Mungkin dengan berendam di bathtub.
"Lo aneh Qi! Cowok lain kalo gue goda dikit aja udah kayak es, meleleh! Lah lo? Di goda banyak sama gue, malah kayak batu! Dasar suami durhaka!"
Telinga Syauqi bisa menangkap dengan jelas teriakan Bella tersebut. Namun, Syauqi memilih untuk menggubris dan menutup pintu kamar mandi rapat-rapat.
Laki-laki itu terdiam di depan cermin besar yang terdapat di kamar mandinya.
Kepalanya menggeleng kuat saat mengingat apa yang baru saja terjadi antara dirinya dan Bella.
"Sadar Syauqi! Dia perempuan yang di nikahi buat di bimbing!" gumam Syauqi pelan dengan mata tajam menatap pantulan dirinya di cermin.
"Sadar Syauqi! Lo gak boleh lakuin itu, oke?" lanjutnya lagi dengan percaya diri.
Demi apapun, Syauqi benar-benar tidak bisa mengendalikan perasaannya saat melihat bagaimana Bella menggodanya, tangan halus Bella melingkar dilehernya dan membelai lembut rahangnya. Oh, Syauqi juga tidak bisa melupakan tubuh Bella yang indah berisi, kulit putih, halus, dan aroma bayi ditubuh perempuan itu membuat Syauqi mati kutu!
"Tahan, tahan!"
"Lo gak tertarik sama dia!"