Ucapan Violeta yang sangat sarkas membuat Lina terkejut, tapi berbeda halnya dengan Bram yang sudah tak kaget lagi dengan sikap dan ucapannya. Bram menatap Violeta yang bersedekap d**a dan menatapnya serta Lina dengan remeh penuh dengan ejekan. Wajah Lina memerah mendengar kata-kata Violeta yang sangat merendahkannya. “Eh, siapa kamu? Berani banget ngomong kayak gitu ke aku dan ke Bos aku. Jaga ucapanmu dan batasanmu!” Lina menatap Violeta dengan tajam. “Hhh, siapa aku itu gak penting! Lagian gak ada gunanya aku kasih tau ke l***e kayak kamu!” Ucapan Violeta kembali tak terkontrol. “Kurang ajar banget mulutmu, ya! Palingan juga kamu cuma pembokat di rumah ini, tapi gayamu udah kayak nyonya besar!” “Yeee … mendingan pembokat, tapi punya harga diri, daripada l***e yang berkedok sekretar

