Mual

1205 Words

“Baby, faster. Yeah, begitu … please lebih cepat lagi, aku udah gak tahan.” “As you wish, Baby.” Suara desahan yang saling bersahutan terdengar ramai di kamar sebuah hotel. Bianca sedang bergelut panas di atas ranjang dengan lelaki selingkuhannya. Peluh kini membanjiri tubuh keduanya. Dia sibuk menghabiskan waktu dengan lelaki lain, sementara suaminya yang sedang sakit menunggu kepulangannya di rumah. Sungguh sangat tidak pantas sebagai seorang istri melakukan hal seperti itu. Napas Bianca memburu setelah penyatuan mereka selesai. Kini dia tengah mengatur napas yang tersengal-sengal. Tubuhnya masih polos, dia terlentang menatap langit-langit. Begitu pula dengan lelaki di sampingnya, kini dia sedang mengatur napas. Percintaan panas mereka sungguh menguras tenaga. “Baby, gimana kalau s

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD