Thalia memejamkan mata, mencoba meredakan emosinya. Dia tahu ini hal yang sulit bagi Chloe untuk mengakui kesalahannya, namun Thalia juga ingin tau yang sebenarnya. Dia menyuruh Chloe untuk tenang dan duduk di sampingnya. Thalia kembali menggunakan gelangnya. Sihirnya kembali aktif, berjaga-jaga jika Chloe berbuat nekat lagi dengannya. Thalia menggenggam tangan Chloe, namun rupanya Chloe masih terdiam, tidak mau berbicara sepatah kata apapun. Thalia akhirnya menyuruh semua orang keluar, dia meminta semua meninggalkan ruangan. Eric awalnya menolak, namun Thalia meyakinkannya jika dia baik-baik saja.
Setelah semua orang keluar, barulah Chloe mengakui semuanya, dia melakukan semua ini karena beralasan, dia melakukan hal ini karena kecewa dengan Thalia, dia pernah mengatakan kepada Thalia bahwa dia mencintai Alrez, namun Thalia malah dekat dengan Alrez. Chloe cemburu setengah mati saat melihat Alrez dengan Thalia saling berpelukan dan sering bersama saat di lautan. Chloe marah kenapa Alrez tidak pernah memberinya kesempatan dan hanya memperhatikan Thalia. Padahal Chloe dulu sering sekali membantu Alrez saat lelaki itu terluka. Chloe tidak menyangka jika Alrez bahkan menyatakan cintanya kepada Thalia. Setelah Chloe menceritakan semua perasaannya sembari menangis, Thalia memahami semuanya. Rasa cemburu terkadang bisa membuat seseorang menjadi ganas dan liar.
“Tenanglah Chloe, aku tidak memiliki hubungan apapun dengan Alrez, kita murni hanya berteman, kita berteman sangat baik. Percayalah, aku tidak memiliki perasaan apapun dengan Alrez.”
Chloe menangis dan terus mengucapkan maaf kepada Thalia. Gadis itu bangkit lalu memeluk erat Chloe, sebagai sesama duyung, Thalia sudah menganggap Chloe sebagai saudara sendiri.
“Sudah, jangan menangis Chloe.”
“Maafkan aku, aku sengaja mengambil gelangmu karena aku berharap kamu selamanya di sini, maaf aku jahat seperti ini.”
Thalia menepuk pundah Chloe dan mengusap air matanya.
“Kita ini semua bersaudara, aku memaafkanmu. Aku juga memang berniat tinggal di sini selamanya, kejarlah cinta Alrez.”
Chloe membulatkan matanya mendengar Thalia, dia tidak setuju dengan ucapan Thalia. Tinggal di daratan selamanya sama saja Thalia bunuh diri, lama kelamaan kulitnya akan mengering dan dia bisa mati di sini.
“Tidak, pulanglah Thalia. Kalaupun memang takdir mengatakan kamu dan Alrez harus bersatu, aku sudah merelakannya, maafkan kelakuanku, aku memang duyung yang tidak baik. Tapi aku tidak mau kamu mati di sini Thalia,” ucap Chloe. Thalia seketika menatap sendu, dia juga tidak mau mati dengan cepat di daratan. Dia sendiri tidak tau apa yang bisa membuatnya menjadi manusia abadi.
“Aku ingin membicarakan hal ini dengan ratu duyung, aku yakin Ratu pasti memiliki cara untuk membuat aku menjadi manusia seutuhnya.”
Chloe tidak memahami apa yang Thalia ucapkan, seumur hidupnya dia belum pernah mendengar duyung bisa berubah menjadi manusia seutuhnya. Tetapi Chloe berharap Thalia bisa mewujudkan cita-citanya. Apalagi Thalia telah menemukan siapa orang tua kandungnya. Eric lalu kembali masuk, dia sangat khawatir dengan keadaan Thalia.
Chloe menatap Eric dengan seksama, ada aura yang sangat kuat dalam diri Eric, seketika Chloe baru menyadari jika Eric adalah keturunan Poseidon.
“Astaga, maafkan aku.” Chloe lalu segera bersujud memberi hormat kepada Eric.
“Sudah, tak apa. Bangkitlah, kembalilah ke lautan sebelum aku marah. Kami sudah memaafkanmu. Alrez, bawa dia pulang.”
Alrez lalu menarik tangan Chloe, membawa gadis itu kembali pulang ke lautan. Sekali lagi Chloe meminta maaf kepada Thalia sebelum pulang.
***
“Apa yang kamu lakukan Chloe? Kenapa kamu begitu nekat?” ucap Alrez kepada Chloe di dalam lautan.
Chloe hanya memalingkan wajahnya lalu kembali berenang menuju istana duyung. Tangan Chloe dicegah oleh Alrez. Dia mencegah Chloe untuk pergi.
“Katakan kepadaku, apa yang sudah kamu lakukan?” desis Alrez. Dia menatap tajam Chloe, tangannya menggenggam erat tangan Chloe, seolah meremas tangannya. Chloe meringis kesakitan, namun Alrez tidak peduli.
“JAWAB!” bentak Alrez kepada Chloe, gadis itu hanya bisa menunduk. Dia lalu mendongak, menatap mata Alrez, dia menitikkan air matanya karena dia kecewa kepada dirinya yang telah berbuat jahat kepada Thalia, dia sangat menyesal telah melakukan ini.
“Aku ... cemburu.” Seketika Alrez melepas tangan Chloe dan tertawa. Alasan yang tidak masuk akal dan membuat ALrez semakin emosi.
“Jangan berbohong, katakan yang sebenarnya. Kenapa kamu melukai Thalia? Padahal kamu tau dia duyung yang selalu aku cintai dan jaga.”
Chloe merasakan sakit hatinya saat Alrez mengucapkan hal itu, berani mengatakan cintanya kepada Thalia di hadapan Chloe.
“KARENA ITU! KARENA KAMU TIDAK PERNAH MELIHATKU! AKU CINTA KEPADAMU ALREZ!” teriak Chloe dengan suara bergetar, dia menangis lalu berenang lebih cepat dan masuk ke dalam istana duyung, dia mengurung dirinya sendiri di kamar pelayan. Alrez tidak bisa mengejar Chloe terlalu jauh, dia sangat terkejut dengan pernyataan cinta Chloe. Dia tidak menyangka jika Chloe mencintainya, padahal dulu Alrez hanya menganggap Chloe sebagai adiknya karena mereka berbeda lima tahun. Alrez selalu menganggap Chloe adiknya, rupanya Chloe salah paham dengan kebaikannya selama ini.
“Astaga, Chloe kalau berteriak berisik sekali,” ucap Haden—duyung penjaga teman Alrez.
“Kau mendengarnya?” tanya Alrez. Haden tertawa dan mengangguk, tentu saja mendengarnya, siapa yang tidak mendengar suara sekeras itu.
“Tentu saja, kurasa dia sangat mencintaimu. Menikahlah dengannya, cobalah untuk membuka hatimu. Dia sepertinya sangat tulus denganmu,” ucap Haden.
“Tapi kau tau sendiri kan? Aku hanya menyukai Thalia.”
Haden tertawa mengejek menatap Alrez, mustahil mencintai Thalia, duyung paling cantik namun dia paling kesepian di sini. Kecantikannya terkadang membuat duyung lainnya merasa iri. Thalia adalah duyung putri kerajaan, namun karena dia lahir dari campuran manusia dan duyung, Thalia menjadi dibuang dan diasingkan sejak kecil. Thalia dijauhi oleh duyung lainnya karena dianggap duyung aib.
“Thalia itu milik Eric, mengalahlah. Bersyukur saja kau dicintai Chloe, dia manis dan cantik. Kalau kamu tidak segera membalas perasaannya, aku tidak segan-segan mencuri hati Chloe,” ucap Haden menaikkan alisnya seolah menantang Alrez, lelaki itu tidak menyangka jika Haden juga ada rasa kepada Chloe.
Alrez lalu berenang menuju bebatuan, dia melamun sembari memperhatikan tuan penyu yang asik tertidur. Kepala dan kaki penyu itu masuk ke dalam cangkangnya. Entah kenapa Alrez senang melihatnya, dulu dia dengan Thalia asik berbincang dengan tuan penyu. Chloe selalu ada mengikuti Alrez, entah dia menyembuhkan ALrez saat terluka atau hanya sekedar mendengar curhatan Alrez. Kini Alrez bingung menghadapi kenyataan, dia harus mencintai Chloe atau kembali berjuang untuk Thalia. Perasaan cintanya tidak mudah begitu saja dia lupakan. Bertahun-tahun dia menunggu Thalia, namun saat Eric datang ke kehidupan duyung, Eric mengambil hati Thalia.