Jarak

1018 Words

Hari demi hari Nathan semakin bingung dengan sikap Safira, Safira seolah-olah menjauh darinya, bahkan Safira sering menjaga jarak. Sama seperti sekarang, meskipun Safira selalu menyiapkan pakaian dan sarapannya, namun Safira tidak pernah mau menatap ke arahnya. Jika mereka tidak sengaja bertatapan, maka Safira akan langsung menghindar dan memilih pergi. "Daddy, Fia sekolah dulu yah," pamit Zafia. "Belajar yang rajin sayang," ucap Nathan sambil mengelus kepala Zafia. "Siap kapten," ucap Zafia sambil mengangkat tangannya. Nathan tersenyum lalu mengecup kepala Zafia sekilas, Zafia masuk ke dalam mobil. Begitu Safira juga akan masuk, Nathan menggenggam tangan Safira. "Kita harus bicara nanti," ucap Nathan. "Memangnya Kak Nathan mau bicara apa?" tanya Safira. "Sepertinya kamu salah paham

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD