Benar apa yang Safira duga, ternyata dia dirugikan dengan ini. Safira menyesal mengatakan soal kesibukannya sebagai seorang istri, dan meminta Nathan untuk mengubahnya. Safira kira hidupnya akan lebih mudah, nyatanya tidak. Pagi ini Nathan dengan seenak jidat mengatakan jika semua pekerjaan rumah akan dikerjakan oleh Safira, di depan semua pekerja mansion. Sungguh Safira menyesal, dia juga tak tau kenapa dia malah meminta mengubah kesibukannya. Apa mungkin, Safira terbawa suasana begitu mendapat nasihat dari kedua orangtuanya, sampai Safira ingin menjadi seorang istri yang sebenarnya. Safira seolah lupa dengan apa yang sesungguhnya terjadi, pernikahan ini didasari oleh kontrak. Terlanjur, kata itulah yang menjadi kalimat penyabar bagi Safira sekarang. Pagi ini Safira benar-benar mengerja

