Sean BETE!

1489 Words

Willy masuk ke ruangan Sean dengan wajah memerah dan jejak air mata yang masih tersisa di pipi chubby nya. Mata indah itu memancarkan sinar ke khawatiran yang sedari tadi ia rasakan saat pertama kali mendengar kabar bahwa salah satu kakaknya di larikan ke rumah sakit. Langkahnya dengan perlahan mendekat ke arah Sean yang kini tengah memberikan senyum manis pada Willy. " Peluk, aku. Tolong ...." Tak lama kemudian, " h iksss ... hiksss ... Kakak bikin Ily khawatir, Ily gak mau lihat kakak kesakitan kayak gini lagi. Why kakak gak dengerin Ily." Tangis pun pecah saat Willy mulai masuk ke dalam pelukan Sean. Kakaknya yang satu ini sangat sangat menyukai hal-hal yang menantang. Balapan, tawuran, sparring satu per satu , dan lainnya. Namun, bagaimana pencegahan pencegahan Sean, ia akan tetap

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD