Forty Three

2153 Words

“Saya tidak akan mengerti, Prily.” Gadis itu terkekeh menatap pria di hadapnnya yang sekarang menatapnya datar, Pradipta yang luar biasa tidak akan pernah hidup melarat dan hampir menyerah dengan Dunia. “Pak Dipta memang tidak akan pernah mengerti.” “Saya tidak akan mengerti jika kamu tidak menceritakan semuanya,” lanjut pria tiga puluh tahunan itu melangkah mendekat ke arah Prily hingga saat ini ujung sepatu mereka bertempelan. “Untuk apa? Biar Pak Dipta bisa mencerca kehidupan saya yang luar biasa buruk?” tanya Prily sambil mendongakan kepalanya agar bisa melihat wajah Pradipta. Tubuh mungilnya sedikit bergetar, bukan karena efek dari ketegasan dari pria depannya namun karena tubuhnya yang belum isi apapun sejak malam. “Jika kamu benar, saya berjanji akan menjadi orang yang selalu ad

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD