Yogi keluar dari mobil. Menatap mobil birunya belum berada halaman parkir. Ia berjalan masuk, melihat sang ibu yang duduk sendiri menonton televisi. Ia berjalan menghampiri, Nindi terlihat begitu senang dengan kedatangan anak laki-lakinya. Setelah mencium tangan sang mami, pria itu duduk di samping Nindi. "Reina belum pulang Mi?" "Lagi OTW tadi udah telepon mami. Katanya, lagi sama kakaknya. Biarin aja, biasa pengantin baru kadang suka kangen keluarga." Nindi menjawab enteng lalu kembali fokus menyaksikan acara favoritnya. "Sama Jun?" "Bukan Jun, yang kakak satu lagi, Bumi." Yogi mengangguk, meski dalam hati cemas. Bukan katena cemburu ia takut jika Reina akan meminta pembatalan nikah kontrak mereka. Pasal hati itu sulit dan Yogi paham itu. Sama halnya seperti dirinya yang tergila-g

