<~Telung puluh papat~>

1079 Words

Yogi berada di kantor menyelesaikan beberapa urusan. Juga beberapa pertemuan mendesak. Sementara pikirannya gelisah dengan perasannya beberapa hari ini. Sebenarnya ia menyadari perasaan hatinya. Hanya saja, nalarnya terus menolak itu. "Enggak, enggak ini cuma perasaan karena Disha enggak ada di sini," tolaknya. Pria itu mengambil ponsel, segera menghubungi sang kekasih melalui sambungan video call. Tak lama sampai panggilan diterima. Disha terlihat sedang di kamarnya. Gadis itu memperlihatkan buku-buku yang tergeletak di tempat tidur. "Lagi ngapain kamu Mas?" "Kangen kamu." "Masa? Kamu aja beberapa hari ini jarang chat aku. Sibuk banget ya?" Yogi mengangguk cepat. Jelas itu bukan jawabannya. Ia tak sibuk hanya menemani Reina. Memerhatikan gerak-gerik gadis itu. Menjaga sang istri

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD