Gasdan tidak menyangka bila bunda telah menyiapkan bekal untuknya. Walau hanya nasi goreng dengan telur mata sapi, Gasdan tetap menikmatinya. Ada pula camilan khas Yogyakarta yang Amadea bawa. Bahkan dengan malu-malu, Gasdan meminta Amadea menyuapinya dan disanggupi. Gildan cukup terkejut dibuatnya, karena setahunya Gasdan paling anti disuapi terkecuali sedang sakit, itu pun harus dipaksa terlebih dahulu. Melihat Gildan yang meminum botol mineral yang dibelinya sebelum masuk kebun binatang, Amadea menjadi tidak enak hati. “Saya tidak mengira bila Anda akan ikut makanya tidak bawa bekal lebih” dilihatnya Amadea tersenyum kaku. Gasdan sendiri setelah mendapat suapan, berlari menghampiri kandang cendrawasih, bila di meja makan pasti sudah Gildan tegur. “Tidak masalah.” “Apabil

