8a) Mendengar Dongeng

1378 Words

Sudah tiga minggu lebih Amadea berada jauh dari keluarga. Sebenarnya bukan kali pertama, namun janji yang terucap di hari terakhir dia di kota kelahirannya membuat segumpal perasaan tak sabar membuncah dalam hati.   Senyum terukir apabila mengingat anak kecil kesayangannya, mata jernihnya seakan memikat Amadea untuk merindu.   “Ama” seruan dengan nada sayang terdengar jelas. Membalikkan badan, Amadea memandang laki-laki berjas dokter yang lebih tinggi dibanding dirinya memasang senyum simpul.   “Rallen” mata terkejutnya membuat Rallen menghampiri, mengacak puncak kepala Amadea sesaat dan setelahnya memberikan pelukan hangat.   “Nggak kerasa ya, udah lama” pandangan Rallen menerawang yang diangguki oleh Amadea, mereka berdua memutuskan duduk di kantin rumah sakit.   “Ya, udah lama

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD