40. Alexis

1094 Words

   Ayana sudah berada di ruangan sang pengacara. Mereka saling tatap, seperti antara siap dan tidak untuk saling bicara dan mendengar.     "Aya ..., aku masih punya pilihan untuk kamu. Lupakan semua--kamu nggak akan tau apa pun dan aku akan..."    "Siapa dia? Katakan semua Yes, aku sudah tahu dan aku ingin mendengar semua secara lengkap dari kamu. Katakan."    Yeslyn yang sangat mengenal Ayana paham bahwa sahabatnya itu benar-benar sedang hancur. Sorot matanya penuh kesedihan dan kebingungan. Tidak pernah sebelumnya ia melihat Aya sampai seperti itu.    Ayana mulai mencari tahu tentang siapa yang telah menyebabkan kematian sang Kakek. Tepatnya, mencari tahu siapa pembunuh yang sudah ia kantungi namanya tersebut dan siapa keturunannya yang akan bertanggung jawab atas apa yang telah ia p

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD