Cinta tidak pernah menyakitiku Karena aku tidak memilih luka itu -Ayana Soedrajad- "Untung aja kamu cuma sedikit minumnya. Coba kalau satu gelas itu kamu abisin, mungkin aku udah nggak kenal kamu lagi, Ay." Yeslyn berkata seperti itu ketika mereka sudah di apartemen Yeslyn menikmati es krim yang mereka beli tadi. "Iya Yes. Beruntung banget ada dia, ya Allah...!" ucap Aya. Mengusap kepalanya ke belakang. "Dia, siapa? Yang nyelametin kamu tapi bawa kamu ke kamarnya itu?" selidik Yeslyn. "Em..., iya, siapa lagi memangnya." "Okey, tapi dia ... menciptakan masalah baru. Kamu udah bisa inget atau apa dia udah kasih tau kamu, kenapa kalian... satu ranjang?" Yeslyn meninggikan alisnya dan menahan sendok di mulutnya ketika mengucapkan itu. "... Belum--" "Kaya gimana si

