Disebuah restaurant termahal di pusat kota Jakarta, Alexis dan Ayana sudah duduk berhadapan. Bertatapan. Alexis tidak sembarangan memilih tempat untuk pertamakalinya makan bersama ..., entahlah saat ini dia menganggap Aya seperti apa. Yang ia tahu, gadis itu selalu membuatnya ingin bertemu, ingin menjaganya, dan... menatap mata itu. Merasa ditatap seperti itu Aya menggeleng kecil lalu mendekatkan matanya dan berkata dengan penuh percaya dirinya, "aku khawatir, kamu mulai jatuh cinta sama aku." Alex tersenyum sombong sambil memalingkan wajahnya. "Waw..., itu prasangka yang sangat buruk Nona...." "Eh-he, segengsi itu untuk ngaku? Dengar aku, sesombong-sombongnya kamu, Alexis Sanjaya--akan bertekuk lutut di hadapan aku. Let's see!" menengadahkan tangan. "Balikin hape aku d

