58. Ayana

1025 Words

    Tidak akan ada yang tahu bahwa Aya telah menembak Alex hingga membuatnya harus berurusan dengan pihak kepolisian. Kedua pengacara mereka dipertemukan hanya untuk menetralkan keadaan. Tepatnya, semua akan baik-baik saja.    "Harusnya kamu menembaknya langsung ke bagian hatinya," kata Sultan ketika mereka sudah lebih akrab dalam obrolan.    Aya tertawa, "itu sudah aku lakukan lebih dulu," jawabnya, dengan percaya diri. Tangannya kembali menyuapi Alex makan karena ingat bahwa Alex belum bisa menggunakan tangan kanannya.    Alex tersenyum dengan bangga, ingin sekali memeluk pundak Aya di sisinya, apa daya tangan kanannya masih terpasung arm sling. Namun Aya seperti mengerti keinginan itu dari sorot matanya dan langsung mengusap lembut lengan kokoh yang sedang lumpuh karena ulahnya itu.

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD