“Hm enak, ternyata kau pandai masak juga,” puji Elvan. “Makanlah yang banyak kalau kau suka.” Fraya tetap bersikap cuek meski pun di dalam hatinya begitu bahagia di puji oleh Elvan. Fraya kemudian mengambil minum untuk Elvan, mata Elvan fokus ke sebuah foto anak kecil yang tengah di gendong oleh seorang pria. “Apa itu kau saat masih kecil, di mana daddy mu?” “Dia pergi.” “Kerja maksud mu?” “Dia pergi dengan wanita lain, meninggalkan aku dan mom.” “Uhuk.. uhuk.. sorry,” Fraya memberikan air minum untuk Elvan. “Terima kasih.” Hening seketika, tidak ada lagi yang memulai pembicaraan sampai mereka menghabiskan makanan mereka. “Kalau mom mu tidak ada apa yang kau lakukan?” “Aku sering menghabiskan waktu di Widow.” “Apa kau sangat menyukai bela diri.” “Ketika di Widow aku bisa melua

