Aurora menoleh ke arah kursi sampingnya. Wajah sendu Alex membuat hatinya merasa bersalah. Digenggam lembut tangan besar milik sang suami, kemudian dikecupnya lama. Senyum manis diberikan kepada lelaki yang kini juga balas melihatnya. “Pipo gak perlu ambil hati, yah. Lagian, Mas Asa seperti itu mungkin karena baru saja bertemu. Jadi, Pipo gak usah berkecil hati, buktinya sekarang Mas Asa udah nempel sama kamu,” hiburnya. Alex memandang anaknya yang kini berada dalam pangkuannya, lalu beralih ke arah sang istri. Dia tersenyum sambil merangkul bahu Aurora hingga kini mereka benar-benar terlihat seperti keluarga kecil yang harmonis. Pria itu balas mencium kening istrinya. “Ya, Mi. Maaf karena sudah berburuk sangka kepada anak kita.” Aurora mengangguk dalam dekapan sang suami. Namun, indera

