Bab 17. Mati

1008 Words

Alex membuka matanya lagi. Netra elang itu langsung melirik ke arah samping saat pintu kamarnya dibuka dari luar. Dia mengernyitkan kening saat melihat penampilan Aurora yang cukup berbeda. Dress berwarna putih selutut, riasan natural dengan bibir berwarna merah alami, serta rambut yang diikat tinggi. "Mau ke mana kamu?" tanya Alex ketus. Rasa kantuknya seketika menghilang, apalagi setelah mencium aroma vanilla yang keluar dari tubuh sang istri ketika sudah berada di dekatnya. Aurora yang memang berniat untuk berpamitan kepada sang suami lalu duduk di ranjang paling ujung. Dia tidak berani terlalu dekat dengan Alex karena tahu jika pria itu tidak menyukainya. “Pergi ke rumah sakit mau cek kandungan Mas,” pamitnya. "Terus ngapain kamu ke sini? Emang aku dokter kandungan?” Aurora mencob

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD