Bab 28. Lain di Mulut, lain di Hati

1209 Words

Bunyi pintu didorong dari luar membuat Alex terkesiap. "Siapa?" "Saya, Tuan." Adi, atau biasa dipanggil Mang Adi kini sudah berdiri di belakang kursi roda Alex. "Ada apa? Bukankah hari masih pagi untuk kamu datang ke kamarku?" Alex bertanya dengan kernyitan di dahi. "Maaf, Tuan. Tapi, ini sudah pukul empat sore," kata Adi mengumumkan. "Apa?" Alex lalu melihat ke arah jam dinding. Benar saja apa yang dikatakan oleh Adi, kalau waktu sudah sore. "Berarti aku sedari tadi hanya duduk diam di sini selama berjam-jam?" "Kemungkinan iya, Tuan. Karena saya tidak tahu apa yang Anda lakukan di kamar." Pria itu menunduk tanpa berani menatap Tuan Muda Sasongko. Alex menghela napas panjang. Dia lalu menoleh ke arah Adi dan memintanya untuk membawanya ke kamar mandi. Selama beberapa saat yang pria

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD