“Gaklah. Mana mungkin aku akan menikahi wanita lain jika aku saja sudah bahagia memiliki dirimu dan Mas Asa. Hanya lelaki bodoh yang akan menyia-nyiakan perempuan secantik dan sepintar dirimu, Sayang.” Alex memeluk istrinya seperti anak kecil yang takut kehilangan induknya. Aurora memukul pelan lengan sang suami dan hal itu membuat tawa kecil keluar dari bibir Alex. “Dih, ngerayu,” cibirnya. Alex menggelengkan kepalanya. Dia lalu menangkup wajah istrinya dengan ekspresi manja. “Aku ini tak pandai merayu, Sayang. Apa yang aku katakan semua adalah isi hatiku. Apa aku perlu membelah dadaku,” ujarnya sambil berakting hendak membuka baju. “Hentikan, Mas!” Aurora merasa malu sendiri dengan tingkah lebay suaminya. “Loh, bukankah kamu butuh bukti? Ini aku mau berikan buktinya, loh!” Bibir b

