"Sudah datang?" Sontak saja, baik Ivan, Melly dan juga Pram menoleh pada sumber suara. Di sana berdiri Lula dengan tangan terlipat dan dagu terangkat tinggi sedang menatap mereka satu persatu. "Mom... ini Ivan sama Melly,-" Bukan Ivan atau Melly yang berbicara. Tapi Pram lah, yang membuka suaranya. "Iya, aku tahu. Mataku masih bisa melihat mereka, Dad." Pangkas Lula menatap tajam pada anak dan suaminya, juga Melly. Pram menghampiri Lula, ingin memapah istrinya untuk duduk di sofa yang berada di ruang tamu. "Kamu masih belum pulih. Ayo, duduk." "Mom..." Panggil Ivan menghampiri Lula ingin memeluk perempuan paruh baya itu yang sudah hampir dua minggu tidak dia temui. "Apa Mommy harus sakit dulu, baru kamu mau datang menemui Mommy? Hah!" Kesal Lula melengos berlalu untuk duduk di sofa.

