Dunia memang sering terbalik..
Yang menawarkan tulusnya ingin, malah ditolak.
Dia jujur, eh kamu kasih alasan "Kamuh terlaluh baik".
Tanpa pamit, kau tinggalkan ia dalam remuk.
Yang menyuguhkan angan malah bikin kamu klepek².
Baru dikasih tau," saya tukang mas, punya ruko banyak".
Rasa langsung bergejolak, gairah memuncak.
Gak mau ditunda-tunda,pengen langsung nikahnya besok.
Sembari bilang,"Kamuh memang jodohku hingga akhir kelak".
Eh, setelah dinikahin, terus lewat masa enak.
Ditinggalin dengan alasan sudah gak cucok.
Ngakunya tukang mas, eh ternyata tukang talak.
Baru tuh nyesel trus teriak²,
"Semua orang jahaaat, akkuuh jijik!"
Buset dah... Biji salak! Biji salak.
???
Lima enam tujuh delapan.
Sepuluh itu setelah sembilan.
Dia ngaku akan selalu dalam dekapan.
Eh, kamuh, ternyata hanyalah sambilan.
???
Humor sesaat sebelum Senja meraja di istana khatulistiwa.
Humor peredam amarah, dikala hati susah tertawa.
Humor disela tumor khianat yang ia tinggalkan dalam lubuk jiwa.
Yang kini semakin membengkak, berisi nanah bercampur rasa kecewa.
part 2
Pagi ini, segelas kopi hitam cukup tuk usir dingin yang masih melekat. Hitamnya yang pekat, menjelaskan padaku tentang dunia yang sedang sekarat. Pahitnya sadarkan aku tentang makna kepedihan yang tak terlihat. Serta manisnya ceritakan ku tentang indah hidup yang memikat.
Ayo kawan, Sang Mentari sudah di sini. Sinari ruang hati yang sempat mati suri. Saatnya memulai lagi lanjutkan langkah kaki yang sempat terhenti oleh datangnya gulita yang sunyi. Sunyi yang memaksa kita tuk sejenak berhenti dan mengaji diri.
Sobat.. Selamat menghirup harumnya udara Sabtu pagi.
Assalamu'alaikum para Khalifah Semesta. Semoga kau awali pagi dengan do'a² kebaikan yang nyata. Bukan malah nyanyi "Goyang dua jari" atau tes vokal dengan kata"TA TA TA TA".
Masih tetep terselip do'a untukmu..
Untukmu yang ada di hati dan lagi sibuk di jalan... Hati-hati di jalan.
Untuk yang dalam perjalanan, semoga selamat sampai tujuan...
Untukmu yang belum memiliki tujuan, semoga menemukan jalan.
Dan untukmu yang masih memiliki rasa di hati, namun di tinggalkan di jalan. Semoga kembali menemukan tujuan.
part 3
Waktu terus merangkak, dari waktu pagi akan segera ku jelang siang.
Kembali, mendung menyelimuti hari membuat mentari membisu dalam hening.
Walau sempat panas sang surya menyengat relung rohani.
Seakan retakkan semua tulang penyangga jasmani.
Sementara, disisi lain cerita.
September telah jauh melangkah, tinggalkan sejuta kenangan yang pernah tercipta.
Seiring sang Oktober datang menyapa membawa sejuta konsep cerita yang harus dilakoni oleh manusia.
Entahlah, dalam episode² di bulan ini, akan ada serial drama apa saja yang akan menyapa.
Aku akan menjadi apa, untuk siapa dan entah kenapa.
Yang pasti, dalam naskah yang ditulis Sang Pencipta. Namaku ada diantara nama hamba²-Nya.
Yang masih diberi sempat untuk melakoni segala peran yang akan diembankan padaku, oleh-Nya.
Selamat melakoni peranmu kawan².
Semoga senyummu tetap menawan.
Walau jiwamu seakan tertawan.
Seduh dahulu kau punya kopi.
Nikmati dan resapi.
Jika ada sisa duka, jangan ratapi.
Mari jadikan tameng untuk segala luka yang akan menghinggapi.
Berdiri tegak dan siap² hadapi.
Tak perlu dengan mata berapi-api.
Cukup dengan telur mata sapi. Eh..???
part 3