Chapter 24

664 Words

Kita pernah bersama. Kita pernah tertawa dan menangis bersama. Apakah waktu sudah merampas ingatanmu, Sayang? *** Setelah menjalankan pinta Soraya, Alexis menjenguk salah satu temannya yang sakit. Temannya mengalami kecelakaan hingga kakinya mengalami patah tulang serius. Dirasa cukup, Alexis berpamitan untuk pulang. Dengan sengaja ia menuju wilayah gawat darurat, bermaksud melewati ruang kerja Kayonna. Dirinya bingung sendiri akan kenapa harus melewati ruang kerja dokter cantik itu. Toh, dia sendiri belum siap bertatap muka dengan sang dokter cantik itu. Dekat dengan ruang kerja sang dokter, tanpa alasan, Alexis berhenti di depan pintunya. Di bacanya papan nama sang dokter yang ditempel di pintu, hanya nama Kayonna dan titelnya. "Ada dua nama lagi setelah nama Kayonna. Ke mana nama i

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD