"Salma, tunggu!!" Salma tak mau mendengarnya. Ia terus berjalan dengan bertumpu pada dua kakinya yang sudah terasa goyah dan rapuh. "Salma!!" Syauqi berhasil menahan lengan Salma, hingga gadis itu memutar tubuhnya menghadap Syauqi. "Salma..." suara Syauqi malah ikut melemah. Di hadapannya Salma sudah sibuk terisak. Ia benar-benar tak ingin melihat Salma yang menangis karenanya. "Lepas," Salma berusaha menepis tangan Syauqi yang memegang lengannya. "Salma, aku minta maaf. Sebenernya dari awal aku mau jujur sama kamu, tapi nyatanya aku takut. Maaf kalau akhirnya kamu merasa terbohongi dan tercurangi karena aku yang bukan orang Islam. Aku tahu kamu kecewa," ucap Syauqi dengan terus menatap Salma yang masih sibuk menangis. Salma menggeleng lemah dengan air mata yang bercucuran tiada hen

