DEMETRA “Boston?” seruku saat Revan mengatakan bahwa dia harus ke luar negeri untuk urusan pekerjaan besok hari. Kami baru saja selesai menyantap makan malam di apartemennya. Dan, saat sedang bersantai di depan televisi, dia memberikan kabar itu. Selama tiga hari ini aku menginap di apartemen Revan. Karena aku masih belum mau pulang ke rumah dan Cindy sedang ada dinas ke luar kota. Ya, itu alasan kenapa aku tiba-tiba terbangun beberapa hari lalu di kamarnya. Karena kondisiku yang tidak sehat, aku bahkan tidak sadar saat Revan membawaku ke apartemennya di malam hari sebelum Cindy pergi. Namun, tiba-tiba Revan bilang dia harus ke Boston besok pagi. “Terus aku gimana?” tanyaku memelas. “Sudah saatnya kamu pulang, Yang,” ucap Revan sambil mengusap puncak kepalaku dengan lembut. “Kamu ng

