First Trimester REVAN Aku terbangun saat mendengar suara Demi muntah di kamar mandi. Kulihat jam di nakas yang masih menunjukkan pukul 4 pagi. Meskipun masih mengantuk, aku memaksakan diri untuk turun dari tempat tidur lalu berjalan menghampirinya. "Yang!" panggilku saat memasuki kamar mandi. Demi terduduk di lantai kamar mandi kami dengan lemah. Wajahnya sangat pucat saat ini. Aku kemudian berjongkok di sebelahnya sambil mengusap puncak kepalanya dan menyingkirkan poni yang menutupi matanya. "Masih mau muntah?" Demi menggeleng pelan. Aku pun menggendongnya lalu merebahkannya di tempat tidur. Demi tidak berkata apapun, hanya berbaring dengan lemas. Aku mengambil segelas air putih hangat di meja dan menyodorkannya. Demi meminum sedikit air di gelas lalu kembali berbaring. Memejamkan m

