"Ayo pulang," ajak Galih yang sudah berdiri di depan Nafla dan Maemunah---yang masih duduk cantik di kelas. "Gue nebeng Mae." "Mae aja naik angkot," sahut Galih. "Yaudah gue naik angkot juga." "Kan ada gue, Nap. Udah bareng aja. Mae lo nebeng gue aja," putus Galih. "Alhamdulillah hari ini bisa nabung tiga ribu," ucap Maemunah senang. "Lumayan, buat masa depan." "Hah? Maksudnya?" tanya Nafla bingung. Apa hubungannya? "Iya, ongkos buat angkot bisa gue tabungin buat beli bedak. Kan gue nebeng kalian hehe," kekeh Maemunah. "Yaudah," pasrah Nafla. Nafla tidak pernah lupa jika sahabatnya ini adalah anak sekolah yang rajin menabung. Walaupun uang tabungannya bukan untuk beli buku atau biaya kuliah, melainkan untuk beli bedak. Ternyata masa depan Maemunah adalah bedak. Mereka berjalan ber

