Setelah melihat sosok satria secara langsung, kolonel agus terus menerus teringat dengan sosok guru yang membimbingnya sampai menjadi seperti sekarang. Pria itu masih memegang berkas yang tadi sempat tertinggal di tenda utama. Walau sebelumnya ia pernah melihat berkas pria yang bernama satria saat salah satu anak buahnya menyerahkannya beberapa hari yang lalu. Kolonel agus memang dari awal merasa pria itu mirip dengan gurunya ketika masih muda. Tapi tak menyangka jika mereka berdua bisa semirip itu. Penasaran dengan identitas fattah, ia kembali membuka berkas yang bertuliskan nama satria afarel wijaya. Walau disana sudah ada biodata pria itu, tapi kolonel agus tidak sempat melihat detailnya. Lembar paling sedikit jika dibandingkan dengan berkas berkas yang lain. melihat keseluruhan data

