Bab 39

1462 Words

“Tamparan aja kayaknya nggak cukup buat lo ya anak perusak rumah tangga orang! Anak pebinor nggak tau diri! Gue udah diem bokap lo nikahin nyokap gue dan bikin keluarga gue berantakan! Tapi lo dengan nggak tau dirinya minta warisan? Ngaca! Bokap lo itu cuma numpang hidup ke nyokap gue ya bgst!” Masih terasa sekali bekas tamparan pada pipi Kaluna. Hatinya terasa sakit begitu mendengar semua perkataan buruk itu dilayangkan padanya secara tiba-tiba. Bahkan di depan banyak orang dan di hadapan kliennya juga. Kaluna tentu saja syok berat didatangi oleh anak kandung dari istri ayahnya yang sekarang. Tiba-tiba saja langsung menampar dan menuduhnya macam-macam. Kaluna bukannya tak bisa melawan, dia hanya kaget dan tidak percaya, karena lagi-lagi dia yang menjadi sasaran. Dia diam bukan berarti

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD