Daffa memandang kepergian Tivania bersama Frans. Hatinya sedikit terasa sesak terutama saat melihat jemari mereka yang bertautan. Tapi Daffa cukup tahu diri. Perlahan ia menggerakkan kakinya mendekati laki-laki yang masih berbaring sambil mengusap sudut bibirnya yang berdarah. Lalu Daffa mengulurkan sebelah tangannya yang disambut oleh Gavin. "Thanks Fa," ujar Gavin yang sekarang telah bangkit berdiri. "No problem. Kenapa lagi lo?" "Gue baru tau ternyata ketua OSIS cukup kepo juga," sindir Gavin. "Lo mau bicara atau tambahan dara di sisi bibir lo yang lain?" ancam Daffa. Wajahnya berubah serius. Membuat Gavin sedikit tidak percaya jika laki-laki yang biasanya penuh senyum sekarang terlihat begitu dingin. "Gue akan kasih tau lo nanti. Mendingan lo ikut ke rumah gue. Gue jelasin semu

