13

1006 Words

Kedua mata cokelat itu menatap marah ke dalam dua bola mata cokelat dihadapannya. Tivania tak habis pikir, apa sebenarnya yang terjadi di antara mereka? Apa sebenarnya alasan Frans menghajar habis Gavin beberapa hari yang lalu? "Mau sampai kapan dahi lo berkerut begitu?" Suara berat Frans memecahkan sunyi diantara mereka. Tivania menatap Frans dan hanya menggelengkan kepalanya. Belum saatnyabia bertanya lebih jauh tapi ia akan mulai mencari tahu. "Frans," panggilnya pelan. "Bisakah kamu bersikap baik sedikit saja pada Gavin?" Frans memicingkan matanya mendengar permintaan Tivania. "Jangan mengada-ada." "Aku nggak mengada-ada. Aku hanya ingin kamu dan Gavin berbaikan. Lagipula kita teman sekelas." "Tivania, lo jangan mencoba mengatur hidup gue. Dan perlu lo tau permintaan lo itu ngg

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD