Abrar Marah

1122 Words

Setelah selesai mandi dan makan bersama orang tua nya, Alayya kembali ke kamar. Alayya mengambil ponsel nya yang baru saja selesai ia isi daya. Dengan perasaan penuh harap, Alayya mencoba menelpon Abrar kembali. Alayya menghela napas lega saat panggilan nya sudah di angkat Abrar "Halo" ucap Alayya . Hening. Abrar tidak menjawab. Alayya menggigit bibirnya. Resah karena Abrar masih belum berbicara sepatah kata pun. "kamu lagi sibuk ?" Abrar masih diam. "aku ganggu ya?" tanya Alayya lagi. Dan Abrar masih tetap diam. "yaudah aku matiin aja ya. Besok aku telpon la-" ucapan Alayya terputus saat mendengar suara tut sampai beberapa kali dari handphone nya. Alayya menatap layar ponsel nya yang memperlihatkan wallpaper foto Abrar yang ia ambil secara diam-diam. Ya, Abrar lah yang memutuskan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD