Alayya mengatur irama jantungnya sebelum membuka pintu rooftop. Nafasnya terengah-nengah akibat berlari saat menaiki tangga menuju rooftop. Aalayya menghembuskan nafas lega saat di lihatnya Abrar sedang duduk di tumpukan kerdus. Mata Abrar terpejam. Entah karena memang tidur atau karena sedang menikmati semilir angin. Alayya berjalan mendekati Abrar masih dengan nafas yang belum stabil. "Kak" Panggilnya ketika ia sudah sampai didekat Abrar. Abrar membuka mata dan mendongak menatap Alayya yang berdiri di sampingnya. Sedetik kemudian Abrar membuang pandangannya lalu membenarkan posisi duduknya yang bersandar di tembok pembatas. Alayya duduk di samping Abrar. Abrar bergeser sedikit menjauh ketika lengannya dan lengan Alayya bersentuhan. Abrar mengusap lengannya seperti sedang membersi

